RSS

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "


Artikel UN


Ujian Nasional Yogyakarta Paling Jujur
Tahun ini Provinsi Daerah Istimewah Yogyakarta, kembali memperoleh predikat  terbaik dari seluruh Provinsi di Indonesia mengenai kejujuran dalam pelaksanaan Ujian Nasional.
            “Tahun ini, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dinyatakan sebagai provinsi yang paling jujur dalam melaksanaan ujian nasional (UN)” (Baskara ,2011)
Predikat ini diperoleh karena kejujuran para peserta Ujian Nasional dalam mengerjakan soal-soal ujian, dari seluruh Provinsi di Indonesia, peserta ujian di Yogyakarta lah yang paling jujur dalam mengerjakan soal-soal ujian. Hal itu terbukti dari angka siswa yang tidak lulus mencapai 198 siswa, dengan perincian sebagai berikut,  SMA dan MA jurusan IPS, siswa yang tidak lulus mencapai 114 siswa, selanjutnya adalah jurusan IPA, siswa yang tidak lulus sebanyak 31 siswa, dan agam 3 siswa yang tidak lulus, sedangkan untuk jurusan Bahasa dinyatakan 100 persen lulus. Dan di SMK 50 siswa yang dinyatakan tidak lulus.
 (Baskara Aji, 2011) menyatakan, “ sekolah penyelenggara UN tahun ini terdiri dari 173 SMA IPA dengan 30 gabungan, 201 SMA IPS, 11 SMA Bahasa, 11 MA Agama dan 157 SMK dengan 36 gabungan.Dari jumlah sekolah penyelenggara, tidak ada sekolah yang tidak lulus 100 persen. Angka ketidaklulusan tertinggi hanya 33,3 persen di MA dengan jumlah peserta ujian 6 orang dan 2 orang tidak lulus". 
Berdasarkan data tersebut,  terlihat bahwa tidak semua siswa melakukan kecurangan dalam mengerjakan soal-soal ujian  demi predikat kelulusan, mereka masih mengutamakan kejujuran, meskipun akhirnya diantara mereka ada yang tidak lulus.
Mungkin turunnya hasil UN karena semakin ditekannya kecurangan penyelenggaraan UN oleh pihak sekolah, sehingga DIY merupakan Provinsi yang tingkat kejujurannya paling baik dalam penyelenggaraan UN.  
“DIY seharusnya tetap berbangga hati. Bukankah kejujuran adalah ruh pendidikan yang paling esensial ?” (Baskara Aji, 2011)
Semestinya SMA di Yogyakarta dapat menjadi sebuah contoh yang baik bagi SMA-SMA lain yang ada di Indonesia, meskipun tidak semua SMA dapat meniru atau menyontoh sebagaimana SMA-SMA di Yogyakarta, yang tidak semua siswanya lulus, namun tetap mengutamakan kejujuran.
Tingkat pendidikan di Yogyakarta tergolong bagus, sebagian besar siswa SMA di Yogyakarta    mengakui bahwa mereka menyukai kegiatan membaca. Hal ini menunjukkan adanya kebiasaan yang baik.
Beberapa faktor yang mempengaruhi budaya baca siswa SMA di Yogyakarta mencakup faktor internal dan eksternal.
Faktor internalnya adalah tujuan dan motivasi siswa, sedangkan faktor eksternal mencakup peranan guru, orang tua, perpustakaan, teman, kemajuan IPTEK, dan tingkat ekonomi keluarga siswa. Adapun beberapa peran sekolah dalam membangun budaya baca para siswa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu penyediaan buku di perpustakaan sekolah, penugasan terstruktur, adanya lomba Putri dan Putra Buku, kesertaan dalam berbagai lomba ilmiah, dan penyediaan fasilitasi kegiatan baca di sekolah lainnya (koran, majalah dinding, poster-poster).
Jadi Ujian Nasional di Indonesia, tidak semuanya diwarnai oleh kecurangan-kecurangan, masih ada juga yang mengutamakan kejujuran dalam Ujian Nasional tersebut, meski resikonya adalah tidak lulus, semoga  SMA, MA dan SMK yang ada di Yogyakarta dapat menjadi contoh keteladanan bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia.



Daftar Rujukan

 Margianto,H. 2011 Yogyakarta Peserta Ujian Nasional Paling Jujur se Indonesia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar